~ Basuh Air Wudhu ~

Assalamu’alaikum….

hanya sekedar sharing pengalaman dan ilmu….

kukutip dari diary tak tertulis beberapa hari yang lalu…

Sedikit aneh,mungkin baru kali ini ada diary yang dibuka dan bebas dibaca untuk siapa saja. Namun,apa salahnya jika isinya untuk “berbagi ilmu”,bukan untuk takabbur.

 semoga bermanfaat…

^_^

===================

Dimulai pada hari kamis, 10 Maret 11.Hari ini aku menjalani ujian praktik hari ke-4. Materi mapel yang dijujikan pun cukup banyak. Siang –malam sebelumnya aku pun berlatih untuk menghafal. Memang 2 materi ujian praktik adalah hafalan,menghafal untuk pidato bahasa Jawa dan “telling story”,yup’s bahasa Inggris.

 Berbicara bahasa Inggris bukan hal mudah bagi murid seusiaku,sebab banyak aturan untuk merangkai kalimat,hmm.. contohnya ketika aku bertanya pada kawanku  “what happen??” ,dengan gampangnya kawanku menjawab “No what-what” (wualahhh,,… sauran macem ngendi yo?!)😀 .inikah lelucon atau memang jawaban?!!.:-/  Jika diartikan per kata benar namun tetap salah. Tapi, Alhamdulillah malam sebelumnya aku merasa hafal dan siap untuk tampil.

Untuk pidato bahasa Jawa,masih bisa kulalui walau sdikit “plegak-pleguk”. Cukup mudah memang kosakata harus banyak mengetahui, memahami isi dan  urutan naskah,itulah kuncinya. Namun,kendala terdapat  ujian praktik bahasa Inggris. Sikap-sikap yang dituntut guruku cukup menantang,sehingga membuatku tertantang.

Abjad “A” pada namaku selalu menempatkanku di awal,jadi mau nggak mau ya… harus siap. Ok… saatnya tampil,hampir aku hafal seluruh urutan katanya. Dag..dig..dug jantungku menyanyi ( pesta ya?!),jari-jari tangan dan kakiku seakan membeku.

“ayo dimulai!” perintah guruku.

“One upon a time… (bla..bla..en bla…)”

Tak sekali aku berhenti.

“Ulangi!” (tuing,… cape’ deh!)

Lagi-lagi lidahku tersandung (gazwatt niech!).

“hmm… aku yakin kamu hafal!” singkat ucapan guruku membuatku sedikit bersemangat.

“deg-degan (bukan es degan lho..) ,mam” ungkapku.

“ngapain deg-deg.an ?!” ,hutfh… aku ulang ceritanya lagi….

“hmm… udah lah keluar dulu,dihafalin lagi!” . sedikit kecewa,aku disuruh keluar,tapi buat memperbaiki. Tak apa lah….

Aku gelisah,mondar-mandir, ke sana –ke mari seperti setrika. Kembali aku teringat sikap Rasulullah ketika tengah punya masalah. “shalat!”

“air..air.. aku butuh.. air… ya.. air..air… aku butuh air.. aku butuh wudhu aku butuh shalat… sekarang… harus.. harus!” Cuma itu yang ada dipikiranku. Tapi,aku harus izin,namun guruku melarang ada yang masuk jika ada yang ujian.

“halah… kesuwen… kelamaan!!” gumamku.

Tanpa izin aku bergegas lari ke mushala ditemani seorang temanku,menyesal bukan main tadi aku tak shalat seperti biasanya gara-gara tak ada kawannya. Bisa jadi guruku tak dapat izin,namun Allah pasti mengizinkanku.

“hiks..hiks… mepet waktu zuhur,kalaupun shalat dhuha dah kesiangan nich..”

Jadi sekedar wudhu,namun subhanallah… perbedaan terasa sekali. Sekarang  lebih tenang. Ok dech… maju lagi… yuk,let’s go…

Aku ingat,selain tak shalat namun “Basmalah” kulupakan.

“Bismillahi rahmanir rahim” kuucap dalam hati.

Kumulai cerita dengan perasaan sedikit tenang beriring kekhawatiran.(khawatir diusir lagi). Dag-dig-dug jantungku nyanyi lagi.(hehehe…. :) )

            “Ok.. bagus” . what???ra salah krungu ki? aku Tak tuli kan…?!?!  tadi aku disuruh keluar,sekarang dibilang bagus?! …

            “Thank you,mam!”

“mam,boleh tahu nilainya nggak?” tulisan kecil pada notebook diperlihatkan beliau kepadaku.

 Tak sulit mencari namaku. Abjad “A” slalu di atas,absenku “01” . Maha Kuasa Allah,nilaiku sempurna untuk ujian praktik.

Subhanallah… Walhamdulillah…. ^_^

======================== 

Itulah sebagian kisahku di hari itu…

Yang kupelajari….

Artikan seluruh kata dalam kalimat,walau makna kadang dapat diambil dari sebagian.

Baca sisi positif dari kata-kata yang terasa menyakitkan.

Gugup membatasi Ekspresi. namun Ekspresi membatasi gugup.

Jangan menghafal,namun pahamilah isinya juga.

“Awali setiap aktivitas dengan Asma Allah”

“Jikalau kalbu tengah gelisah,berwudhu lalu shalatlah”

“setiap pergerakan waktu selalu ada yang harus dipelajari dari hidup.”

   mohon kritikannya,ya mbak/mas/om/bibi….

hehehe…🙂🙂🙂

Ya Allah…

sungguh diriku selalu dalam kebimbangan…

belum kudapati jati diriku,mudah aku hancur…

awasi dan jaga aku,Rabbi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s