Kasih Sayang Rasulullah

Adalah Rasulullah s.a.w itu menangis lantaran kasih sayang,dan tangisnya hanya dengan mengeluarkan air mata saja. Keluar air mata itu tidak menyalahi kesabaran. Ketika sahabatnya meninggal dunia,beliau menangis karena cinta dan iba.

Kata Aisyah, Rasulullah saw telah mencium Utsman bin Mazhun ketika dia telah meninggal,sehingga tampak air matanya mengalir di wajahnya. (HR Ahmad dan Turmudzi)

Ketika diketahuinya bahwa sahabatnya, Zaid dan Ja‘far telah gugur dalam peperangan,beliau begitu sedih. Beliau pergi sendiri ke rumah Ja‘far. Dijumpainya Asma’ binti ‘Umais,istri Ja’far. Saat itu sedang membuat adonan roti dan sudah selesai memandikan anak-anaknya.

“Bawa kemari anak-anak Ja’far itu.” Kata Nabi s.a.w. lalu,anak-anak itu diciuminya dengan air mata berlinangan. Asma’ gelisah melihat hal tersebut,ia sudah merasa apa yang terjadi,lalu bertanya,“Ya Rasulullah,demi ayah bundaku,mengapa engkau menangis? Ada hal-hal apa yang terjadi dengan Ja’far dan kawan-kawannya?” Nabi menjawab, “ya,hari ini mereka tewas.” Berkata seperti itu air matanya sudah makin tak  tertahan,deras berderai. Asma  lalu menangis keras-keras sehingga banyak wanita-wanita yang datang berkumpul.

Ketika Rasulullah pulang,beliau berkata kepada keluarganya, “keluargan Ja’far jangan dilupakan. Buatkan makanan untuk mereka. Mereka sekarang dalam kesusahan.”

Saat dilihatnya putri Zaid datang, dibelai bahunya sambil menangis. Ada sahabat-sahabat yang merasa terkejut melihat Rasulullah s.a.w menangisi orang yang mati syahid itu. Lalu katanya, “tetapi itu adalah air mata seorang teman yang kehilangan temannya.”

Sesaat sebelum Rasulullah wafat,sedangkan beliau terbaring di atas pangkuan ‘Aisyah,yang dipikirkan beliau adalah umatnya sembari mengucapkan “ Ummati… ya Rabbbi,ummati…, ummati ya Rabbi…”  (HR  Bukhari dan Muslim”

Pernah beliau ,ketika keluar dari Makkah menuju Madinah,setibanya di dekat Ghazwara,tiba-tiba beliau berdoa sambil mengangkat tangan kemudian beliau sujud lama sekali. Setelah itu beliau bangun dan berdoa kemudian sujud kembali hingga diulangnya tiga kali.

Kemudian Rasulullah s.a.w berkata, “Sesungguhnya aku memohon kepada Tuhan supaya diizinkan memberi syafaat bagi umatku,maka Tuhan memperkenankan yang demikian itu untuk sepertiga dari ummatku,maka aku sujud bersyukur kepada Rabbku. Kemudian aku mengangkat kepala dan memohon lagi kepada Ilah,dan diperkenankan untuk sepertiga(-nya lagi dari umatku),dan diterima oleh Tuhan,maka aku sujud bersyukur kepada Rabbku.” (HR Abu Dawud)

Betapa hebatnya kecintaan Rasulullah kepada umatnya. Inilah kekasih Allah,manusia yang amat sempurna,perlambang dari setiap kebenaran dan keindahan. Akhlaknya tak dapat diukur dengan unataian kata dan sajak manikam.

            “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam : 4)

Ya Rasulullah,wahai junjunganku…

Apakah kata-kata yang tak berdaya ini mampu mengungkapkan…

Ketinggian dan keluhuranmu?

Apakah penaku yang tumpul ini dapat menggambarkan …

budi pekertimu yang mulia?

Bagaimana setetes air akan sangggup melukiskan samudra yang luas?

Bagaimana mungkin sebutir pasir akan mampu menggambarkan gunung yang tinggi?

Bagaimana mungkin sepercik cahaya akan dapat bercerita tentang matahari?

Sejauh yang dapat dicapai sebuah pena…

Hanyalah isyarat tentang keluhuranmu…

Martabatmu,kedudukanmu yang tinggi…

Dan singgasanamu yang agung….

(Dr. Ahmad Muhammad Al-Hufy)

Sumber  : “Sesungguhnya Dialah Muhammad” (Idrus Shahab)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s