~ Cerita Inspiratifku ~

●●MERETAS JALAN KE SYURGA●●

Pertemuan kali itu dibuka dg satu pembahasan yang menakjubkan.
Diawal taujihnya, sang ustad mengobarkan kembali semangat dg kata-kata mujarabnya.
“Dengan atau tanpamu, dakwah akan jalan terus, jika tidak bersama dakwah,engkau mau berjalan dimana?”

ah…benarkah media dakwah ini merupakan proses merentas jalan ke syurga??
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya kecuali orang yang menyeru kepada Allah…”

Memang melakukan hal ini tidaklah mudah. Butuh proses. Semuanya memiliki tanggunjawab dan kewajiban untuk melakukannya…

hmm….jadi tergelitik dg kata-kata: “Kamu mau ke syurga sendirian? ajak-ajak yang lain dong!”

yap…jika punya ilmu kenapa gak disebarkan. Jika kita punya pengetahuan ttg sesuatu, kenapa gak ngajak2 yg lain untuk ikut tahu. Allah melarang kita MENYEMBUNYIKAN KEBAIKAN =)
Jangan ujub dan sombong dg apa yang kita miliki, jangan bangga dg kerja2 dan ritual ibadah yang dilakukan untuk diri sendiri, tapi sebarkanlah kepada yang lain…

Memang mengajak orang menuju kebaikan itu susah. Bahkan Rasulullah pun butuh puluhan kali untuk mengajak Umar bin Kathab untuk masuk islam. Bahkan untuk itu, Rasulullah mengirimkan do’a spesial agar Allah mengizinkan 1 diantara 2 Umar untuk masuk islam.

Jadi, kalau yang diajak menuju kebaikan selalu menolak, ya gak pa-pa…selalu ada kesempatan berikutnya untuk mengajak. Karena turunnya hidayah kepada seseorang adalah hak prerogatif dari Allah. Jadi keinget dg kata-kata seorang ikhwah:
“ah, neh adek lama banget sih dapat hidayahnya..”

atau…

“maafkan saya yang telah mempermainkan urusan hidayah ini terhadapmu”

Hohoho…. apa urusan kita memaksa-maksakan datangnya hidayah kepada seseorang?bersabarlah dalam menyeru dan menyampaikan. Memang sangat mungkin orang-orang mendapatkan hidayah melalui lisan kita [dan Allah sudah menjanjikan akan memberikan kebaikan seluas bumi dan isinya, subhanallah] namun, urusan hidayah ini Tetap ketentuan Allah yang punya. Mau kapan datangnya, kita serahkan kepada Allah. Yang penting usaha. Ingat! Allah tidak menilai hasil akhir, tapi lebih kepada proses ketika kita melangkah menuju ke kebaikan tersebut.

Orang yang beriman, ibarat memukul paku ke beton. Jika ingin pakunya kuat, maka pukullah paku tersebut dg kuat pula…

Jadi, senantiasalah lakukan dan sebarkan kebaikan. Karena kebaikan-kebaikan yang kita lakukan akan menutupi dosa-dosa yang telah lampau….

Juga, sering-seringlah berkumpul dengan orang-orang sholeh, karena kebaikan sering muncul ketika kita berkumpul, berjamaah….

^_^

======================================================

Keindahan dibalik JILBAB…

Dengan Berjilbab….
Akan tampak makna “KEMULIAAN” walaupun sebagian orang memandangnya suatu “KEHINAAN”,
Akan terasalah makna “KEBEBASAN” walaupun sebagian orang menganggapnya “BELENGGU”,
Merupakan suatu “KEMAJUAN” walaupun sebagian orang menilainya sebagai suatu “KEMUNDURAN”,
Bukti wujud “KETINGGIAN” derajat seorang wanita walaupn sebagian orang menilainya sebuah “KERENDAHAN”,
Akan terasa “MAKNA KEHIDUPAN” walaupun sebagian orang memandangnya “KAIN KAFAN”,
mengherankan jika seorang muslimah hanya memakainya ketika shalat,
dan lebih aneh lagi apabila mereka “berjilbab” pada saat mereka “dikafani”….
Dan pada saat itu kita telah terputus dari segala urusan duniawi,
saat itu pula kita diletakkan diliang kubur dalam lubang yang gelap,sempit dan sunyi…..!_!

Apakah mode-mode pakaianmu sekarang akan bermanfaat bagimu saat itu??

Apakah perhiasan,permata yg saat ini kau dambakan akan bermanfaat bagimu saat itu??

“muslimahku sayang ”
Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu,
sebelum datang bencana yang telah menimpa orang lain,engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu,
sebelum datang saat dimana pintu taubat telah ditutup,
mulut terkunci dan anggota tubuh berbicara….

-bertaqwalah engkau kepada Allah wahai putri ISLAM,muslimahku sayang,

-bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang keluar rumah dalam keadaan bertabaruj…

-bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang memakai pakaian muslimah hanya untuk perhiasan bukan untuk menutupi dan kesuciaan…
======================================================

●●Sepertinya aku jatuh cinta…●●

Sepertinya aku jatuh cinta…Kesimpulan itu kutarik dua hari yang lalu, setelah merumuskannya berhari-hari. Semuanya berawal dari keterlibatanku dalam sebuah situs jejaring sosial, Dari situs itulah aku mengenalnya. Aku mengenalnya lewat kata-kata indah yang dirangkainya. Aku mengenalnya melalui ide-ide segar yang selalu berhasil diolahnya dengan nikmat. Aku mengenalnya dari kalimat-kalimat sederhana tapi penuh makna. Aku mengenalnya…aku mengenalinya…sepertinya aku jatuh cinta.

Sepertinya aku jatuh cinta. Bukan! Bukan pada sosoknya. Tak pernah kubayangkan sosok yang berada di balik nama itu. Entah seperti apa wujudnya, aku tak peduli. Mungkin saja dia seorang gadis cantik dengan tatapan tajam dan raga yang mempesona setiap mata pria. Bahkan bisa saja dia bukan keduanya. Bisa saja dia seorang dengan wajah buruk dan mata yang tak bersinar. Tapi, sekali lagi aku tak peduli! Aku tak peduli bila dia tak berwujud sekalipun. Karena…sepertinya aku jatuh cinta.

Sepertinya aku jatuh cinta…pada kecerdasannya meramu tema, pada kemampuannya mengolah kata dan pada kelembutannya membingkai rasa. Ada keyakinan diri yang membuncah dalam setiap katanya, namun tersirat kerendahan serta ketulusan hati ketika mengakui mengakui indahnya karya insan lain. Ah, sepertinya aku jatuh cinta.

Sepertinya aku jatuh cinta…walau aku tak pernah berjumpa dengannya, walau tak pernah terlintas di benakku untuk memandang raut wajahnya. Aku memang tak pernah berjumpa dengannya, namun kata-kataku dan kata-katanya berada dalam wadah yang sama. Kata-kataku dan kata-katanya saling menatap mesra, saling menjamah. Masih perlukah yang lain bila semua itu telah terasa begitu manis buatku.

Tunggu dulu…sepertinya aku salah! Kata-kataku menamparku, mengembalikanku pada kenyataan, memaksaku mengakui yang sebenarnya. Tidak! Bukan “sepertinya”…tapi…”Aku jatuh cinta padanya”. Aku yakin itu!
========================================================

Wanita yang aku sayangi
Adalah pencinta Tuhannya
Yang mengalir cinta,takut dan harap
Yang menguasai perjalanan penghidupannya
Dari waktu ke waktu, dari hari ke hari
Sehingga perjanjian di antara jasad dan nyawanya berakhir…

Wanita yang aku rindui
Adalah wanita yang di mata dan wajahnya terpancar sinar Nur Illahi
Lidahnya basah dengan zikrullah
Di sudut hati kecilnya sentiasa membesarkan Allah

Wanita yang aku cintai
Yang menutup auratnya dari pandangan lelaki ajnabi
Kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya
Disanjung tinggi penduduk langit dan bumi

Wanita yang aku impikan
Adalah yang mendekatkan hatiku yang telah jauh
Kepada Ar-Rahman dan Ar-Rahim
Namun aku tidak ada di sana
Kerana aku dilamar oleh kebendaan dunia

Wanita yang aku kasihi
Yang bersyukur pada apa yang ada
Yang bersabar pada apa yang tiada
Cinta pada hidup yang sederhana yang tidak bermatakan benda

Wanita yang aku sukai
Menjadi dian pada dirinya sendiri
Menjadi pelita untuk putera-puteri yang bakal dilahirkan
Untuk menyambung perjuangan di belakang hari

Sesungguhnya
Wanita yang selalu berada di dalam doaku
Adalah dirimu dan seluruh kaum Hawa…

One thought on “~ Cerita Inspiratifku ~

  1. Saat ini saya sedang jatuh cinta kepada seorang wanita…sejak saya melihat dan membaca kutipan diatas saya menjadi yakin kalau saya memang benar-benar jatuh cinta sama wanita yang saya pilih…tetapi saya saat ini juga sedang menunggu jawaban dari pernyataan saya yang saya ungkapkan kepadanya kalau saya jatuh cinta kepadanya dan ingin dia menjadi istri serta ibu dari anak-anak saya kelak…saya minta ijin untuk saya bagikan tautan ini kepadanya…doakan semoga cinta saya diterimanya dengan ikhlas…Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s